Bersyukur Dapat Merubah Hidup II : Ungkapan Rasa Syukur

Sujud Syukur

Lanjutan   dari : Bersyukur Dapat Merubah Hidup I : Jalan Menuju Syukur

Oleh : Anshori Ramadhany
Tentang syukur secara definitif , banyak sudah di bahas  dalam bebagai literature  yang pada akhirnya bermuara pada suatu kesimpulan , bahwa bersyukur itu ungkapan  rasa gembira dan berbahagia setelah memperoleh sesuatu. Sementara wujud dari bersyukur itu  antara lain  : 
Pertama :  Bersyukur Dalam Bentuk Ucapan. Suatu hari Umar bin Khattob bertemu dengan seseorang di jalan. "Bagaimana kabarmu pagi ini ? " tanya Umar kepadanya. Dia menjawab : " Baik-baik saja...." Umar kembali bertanya "Bagaimana kabarmu pagi ini ? " . Orang itu menjawab dengan jawaban yang sama. Kemudian Umar mengulangi lagi pertanyaannya. " Saya tanya kamu, bagaimana keadaanmu pagi ini ?"  Orang itu menjawab, "Alhamdulilah ,saya baik-baik saja. "  Lalu Umar berkata , " Nah,itu jawaban yang saya mau".   Tentu saja kita harus banyak mengucapkan puji syukur dengan kalimat : “ Alhamdulilahi robbi alamin... “ .  
Sudah sangat lazim bagi kita  dilakukan pada sesama manusia,dengan berbagai istilah seorang menyampaikan ucapan terima kasihnya pada orang lain. Jika dikaji lebih jauh,ucapan terima kasih itu ternyata tidak hanya satu kalimat  yang tidak punya nilai apa-apa,bahkan banyak orang atau kita sendiri sakit hati jika memberi sesuatu pada orang lain dan orang tersebut tidak mengucapkan terima kasih. Sakit hati inilah yang pada saat berikutnya menimbulkan berbagai ungkapan perasaan yang tidak baik,bahkan bersikap buruk terhadap orang lain. Sikap buruk ini jika terus berkembang akan memunculkan keretakan dalam pergaulan dan kerukunan. Tetapi jika ucapan terima kasih itu disampaikan akan menumbuhkan perasaan senang dan bahagia pada si pemberi , antara yang memberi dan yang menerima tumbuh perasaan saling bekerjasama.Terjalannnya perasaan sama-sama berbahagia akan membentuk pola pergaulan yang baik, keterikatan saling menghargai.

Kedua : Bersyukur dengan melakukan Sujud Syukur . Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang ketika mendapatkan nikmat atau ketika selamat dari bencana.  Sujud syukur ini disyari’atkan sebagaimana dalam pendapat Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Ibnul Mundzir, Abu Yusuf, fatwa dari Muhammad bin Al Hasan Asy Syaibani, dan pendapat sebagian ulama Malikiyah. Dalil disyari’atkannya sujud syukur adalah,

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ.

Dari Abu Bakroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ketika beliau mendapati hal yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud pada Allah Ta’ala. (HR. Abu Daud no. 2774. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Juga dari hadits Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari di mana ketika diberitahu bahwa taubat Ka’ab diterima, beliau pun tersungkur untuk bersujud (yaitu sujud syukur).

Ketiga:    Bersyukur Dengan Harta. Orang yang mewujudkan  rasa syukurnya melalui harta , harta yang dimilikinya di belanjakan   di jalan Allah dalam bentuk infaq,shodaqoh atau zakat. Membelanjakan harta  yang seperti ini jika kita niatkan  sebagai rasa syukur atas nikmat yang kita terima  maka akan dicatat sebagai ibadah. Bentuk aktifitasnya bisa bermacam-macam ,bisa makan bersama tetangga,para fakir miskin atau dalam bentuk benda yang  bermanfaat untuk kemaslatan bersama.Tingkatan syukur yang seperti ini termasuk tingkatan yang kedua karena nilainya lebih berat. Bentuk ungkapannya tidak sekedar ucapan dan nilai manfaatnya tidak hanya  bagi yang bersangkutan tapi juga orang lain.Pemberian harta harus benar-benar Ikhlas, semata mengharap ridlo Allah ,tidak ada dorongan ,maksud dan tujuan lain

Keempat :   Bersyukur Dengan Perbuatan. Bersyukur dengan perbuatan termasuk katagori yang paling tinggi. Orang mewujudkan rasa syukurnya dengan perbuatan  merasa bahwa pemberian itu adalah amanah,kepercayaan atau tanggung jawab yang harus ditunaikan,  dijaga dan di manfaatkan sebaik-baiknya. Pada tingkatan ini perasaan bersyukur menyatu  dengan seluruh perbuatan. Untuk dapat bersyukur dengan perbuatan ,sebenarnya tidaklah sulit  karena seluruh perbuatan baik kita dapat ditujukan  untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah,dari hal yang ringan sampai pada hal-hal yang berat misalnya menyisir rambut adalah bentuk perbuatan syukur pada nikmat Allah berupa rambut. Berkata baik dan benar juga adalah dalam rangka bersyukur terhadap nikmat Allah berupa lisan. Mengenakan pakaian muslimah dalam rangka mensyukuri nikmat Allah berupa keindahan tubuh agar tidak mudah dinikmati oleh orang lain. Nikmat berupa karunia anak, wajib bagi orang tuanya mensyukurinya dengan memberikan kasih sayang  sepenuh hati karena kasih sayang orang tua terhadap tidak tergantikan dengan kebendaan. Inilah bentuk syukur orang tua dengan mengantarkan anaknya menjadi manusia yang berakhlaq mulia , menjadi anak yang berguna.  Demikian juga dengan nikmat-nikmat yang lain tidak akan disia-siakan bahkan dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,sampai pada kesetiaan pada ajaran Rasulullah SAW  sebagai rasa syukur  atas nikmat Islam yang diberikan  Allah .



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar